Business Perspectives

Perencanaan Bisnis berdasarkan Praktik Terbaik

Perencanaan Bisnis yang efektif dapat menjadi pedoman yang jelas dan memberikan fokus yang tepat bagi pebisnis untuk memulai atau mengembangkan usahanya. Banyak usaha yang gagal akibat pemilik/pebisnis tidak memiliki arah yang jelas, tidak mengerti situasi dan kondisi yang dihadapi, tidak tahu bagaimana strategi dan langkah yang akan dilakukan, dan tidak mampu mengontrol usaha yang dijalaninya. Di sisi yang lain, banyak Rencana Bisnis disusun sekedarnya sehingga tidak mampu mengarahkan segenap sumber daya yang dimiliki untuk mampu bersaing dan memenangkan kompetisi. Bagaimana menyusun Rencana Bisnis yang efektif?

Untuk menyusun Rencana Bisnis yang efektif, pebisnis harus menjawab 4 pertanyaan strategis, sebagai berikut:

1. Apa tujuan anda berbisnis?

2. Apa yang sedang dan akan anda hadapi sehingga dapat menggagalkan tujuan anda?

3. Bagaimana anda dapat menyusun langkah yang tepat untuk memastikan anda mewujudkan tujuan?

4. Bagaimana anda dapat memastikan bahwa anda berada di jalur yang tepat dalam usaha mewujudkan tujuan anda?

 

Ada 4 hal fundamental dalam menyusun Rencana Bisnis (atau yang saya singkat menjadi 4Cs):

1. Clear: Ide bisnis yang anda tulis harus jelas dan dapat dimengerti oleh siapapun, bahkan orang awam sekalipun. Walaupun ide bisnis anda “berbau” high-technology sekalipun, anda harus bisa menterjemahkannya menjadi bahasa yang dimengerti semua orang. Ingat, Rencana Bisnis bukan sebuah desertasi yang akan anda presentasikan di sidang ke-doktor-an, melainkan untuk dapat dilakukan oleh semua orang dalam bisnis anda. Investor anda belum tentu memiliki latar belakang pendidikan yang sama dengan anda. Pastikan struktur dan bahasa yang digunakan jelas dan dapat dimengerti.

2. Compelling: Ketika seseorang ingin membaca Rencana Bisnis anda (yang mungkin setebal ratusan halaman), pastinya ia harus tertarik terhadap isinya, dimulai dari halaman awal hingga halaman akhir. Sebuah ringkasan yang menarik di halaman awal mengenai keseluruhan isi dapat menarik pembaca untuk lebih dalam mengetahui isi Rencana Bisnis anda. Usahakan rangkaian kata-kata yang digunakan memiliki alur yang jelas, dari awal hingga akhir, sehingga tidak mengganggu alur berpikir pembacanya.

3. Convincing: Rencana Bisnis harus ditulis berdasarkan fakta yang sebenarnya (fact-based) untuk meyakinkan pembacanya bahwa anda sedang tidak membual. Analisa yang “membumi” akan meyakinkan “peluang” yang anda tawarkan dalam rencana bisnis anda.

4.Consistent: Rencana Bisnis akan terdiri dari sejumlah elemen, dan penulisnya mungkin tidak hanya satu orang saja. Pastikan Rencana Bisnis anda merupakan satu kesatuan yang utuh. Storyline dan seluruh fakta yang ada harus sesuai/cocok satu dengan yang lain sehingga memberikan impresi yang baik.

 

Dalam mengembangkan Rencana Bisnis, yakinkan elemen-elemen berikut ter-cover di dalamnya:

1. Executive Summary. Gambarkan secara singkat isi dari seluruh Rencana Bisnis yang ada: deskripsi ide-ide bisnis, keputusan-keputusan penting, dan aspek-aspek yang penting (seperti aspek keuangan/ profit yang diperkirakan dapat diraih, financing yang dibutuhkan, dst.), yang disadur dari isi Rencana Bisnis. Executive Summary menentukan ketertarikan para pembacanya (contoh: investor) untuk mau membaca lebih dalam isi dari Rencana Bisnis anda.

2. Tujuan Bisnis. Jelaskan visi dan misi serta objectives bisnis anda. Apa yang menjadi cita-cita bisnis anda dalam jangka panjang, apa alasan yang mendasari pendirian bisnis anda, dan target apa yang ingin anda capai dalam bisnis anda? Target perlu disusun sejelas mungkin dengan menyertakan besaran (magnitude) dan waktu pencapaiannya.

3. Kondisi Internal. Jelaskan kekuatan bisnis anda. Produk, Management Team, Pengalaman, dan lain-lain yang dapat menjadi keunggulan bisnis perlu dipikirkan secara cermat sehingga anda dapat me-leverage-nya ke depan. Identifikasi juga kelemahan bisnis anda sehingga anda dapat mengantisipasinya ke depan.

4. Kondisi Eksternal. Gambarkan keadaan eksternal yang dapat menjadi peluang ataupun tantangan bisnis anda ke depan. Jelaskan secara gamblang potensi penuh dari bisnis ini di pasar (read: Market Potential), baik ukurannya maupun perkembangannya ke depan, Segmen Pasar, Tantangan Kompetisi maupun Regulasi yang ada, dan bagaimana anda memposisikan bisnis/perusahaan anda dalam Pasar.

5. Strategi dan Langkah Yang Akan Ditempuh. Setelah anda mengetahui tujuan bisnis dan kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan yang akan anda hadapi, susunlah strategi dan langkah yang akan anda lakukan guna memastikan anda mencapai tujuan bisnis.  Beberapa elemen strategi yang perlu anda pikirkan, antara lain:

Marketing and Sales. Setelah anda mengerti target pasar yang dituju, coba jelaskan bagaimana anda akan memasarkan dan menjual produk anda kepada pasar yang dituju. Bagaimana anda menyusun strategi Product, Price, Promotion, dan Place (4P). Jika produk anda akan dikembangkan lebih lanjut, sebaiknya anda menjelaskan bagaimana milestone-nya.

Business System/ Organization. Jelaskan secara detail elemen-elemen penting dalam mengoperasikan bisnis, meliputi: proses produksi, kapasitas produksi, prosedur, kebijakan, dll. Jelaskan bagaimana anda mengorganisir perusahaan dalam men-deliver customer value.

Financial. Gambarkan secara lebih detail pemasukan dan pengeluaran perusahaan yang ditimbulkan dari seluruh aktifitas yang telah disusun sebelumnya (termasuk kapan break even point usaha), usaha-usaha yang akan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dana/modal serta bagaimana mengelola cash flow bisnis.

Risks. Jelaskan bagaimana anda telah memitigasi risiko-risiko yang mungkin terjadi di masa yang akan datang (baik yang mungkin timbul dari internal maupun external), lengkap dengan contingency plan-nya. Analisa sensitivitas terhadap masing-masing kondisi (scenario) akan membantu anda untuk menjelaskan peluang dan risiko yang akan dihadapi.

Susun Rencana Implementasi yang berisikan inisiatif-inisiatif penting serta detail aktifitas dari masing-masing elemen tersebut, lengkap dengan target waktu untuk menyelesaikan masing-masing inisiatif. Dari rencana tersebut, anda dapat menghitung kira-kira kebutuhan investasi di setiap tahunnya, sehingga dana/ bujet dapat dipersiapkan dengan lebih baik.

 

6. Key Performance Indicators. Untuk memastikan langkah anda sudah berada pada track yang benar, tulis target-target jangka menengah dan pendek dari elemen-elemen utama diatas. Kontrol dan monitor bisnis anda menggunakan ukuran-ukuran tersebut sehingga anda mengetahui keberhasilan bisnis anda.

Hal terakhir yang perlu diingat: “Jangan jadikan Rencana Bisnis anda menjadi Kitab Suci!Up-date secara berkala Rencana Bisnis anda sesuai dengan situasi dan kondisi terkini perusahaan. Selamat mencoba…

Penulis adalah Konsultan Bisnis dan Manajemen. Berpengalaman dalam menyusun berbagai Rencana Bisnis, Corporate Planning, dan Road Map untuk berbagai macam perusahaan dari berbagai jenis industry, baik perusahaan swasta maupun SOE.

About these ads
Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s