Membuat Rencana Bisnis berdasarkan Praktik Terbaik (Best Practices)
October 28, 2010 Leave a Comment
Mau bikin Rencana Bisnis tetapi bingung memulainya dari mana? Rencana Bisnis yang anda buat selama ini gak laku di jual ke investor? Rencana Bisnis yang ada hanya “bisa” dijadikan pajangan saja (karena gak bisa diimplementasikan)? Seberapa efektif Rencana Bisnis yang anda buat? Lantas bagaimana sebenarnya cara membuat Rencana Bisnis yang baik dan benar?
Sederet referensi untuk membuat Rencana Bisnis akan muncul jika menggunakan bantuan search engine “Google”. Terdapat ratusan artikel dan buku yang menjelaskan panduan membuat Rencana Bisnis, baik yang ditulis oleh tokoh yang terkenal hingga orang-orang yang namanya sangat asing di telinga. Lantas, siapa yang paling benar? Panduan yang mana yang perlu kita ikuti? Jika kita ikuti, apakah kita yakin keefektifannya? Memplesetkan sebuah iklan di media elektronik: “Buat Rencana Bisnis kok coba-coba?”
“Best Practices” dalam menyusun Rencana Bisnis yang telah di-adopt oleh perusahaan-perusahaan global yang masuk dalam kategori “Fortune 500 companies” dapat menjadi pegangan kita bersama. Perusahaan-perusahaan besar tersebut telah terbukti berhasil menyusun dan menerapkan Rencana Bisnis-nya sehingga dapat memberikan profit yang luar biasa terhadap perusahaannya. Elemen-elemen apa yang terdapat dalam Rencana Bisnis mereka?
Ada 4 hal fundamental dalam menyusun Rencana Bisnis (atau yang saya singkat menjadi 4Cs):
1. Clear: Ide bisnis yang anda tulis harus jelas dan dapat dimengerti oleh siapapun, bahkan orang awam sekalipun. Walaupun ide bisnis anda “berbau” high-technology sekalipun, anda harus bisa menterjemahkannya menjadi bahasa yang dimengerti semua orang. Ingat, Rencana Bisnis bukan sebuah desertasi yang akan anda presentasikan di sidang ke-doktor-an, melainkan untuk dapat dilakukan oleh semua orang dalam bisnis anda. Investor anda belum tentu memiliki latar belakang pendidikan yang sama dengan anda. Pastikan struktur dan bahasa yang digunakan jelas dan dapat dimengerti.
2. Compelling: Ketika seseorang ingin membaca Rencana Bisnis anda (yang mungkin setebal ratusan halaman), pastinya ia harus tertarik terhadap isinya, dimulai dari halaman awal hingga halaman akhir. Sebuah ringkasan yang menarik di halaman awal mengenai keseluruhan isi dapat menarik pembaca untuk lebih dalam mengetahui isi Rencana Bisnis anda. Usahakan rangkaian kata-kata yang digunakan memiliki alur yang jelas, dari awal hingga akhir, sehingga tidak mengganggu alur berpikir pembacanya.
3. Convincing: Rencana Bisnis harus ditulis berdasarkan fakta yang sebenarnya (fact-based) untuk meyakinkan pembacanya bahwa anda sedang tidak membual. Analisa yang “membumi” akan meyakinkan “peluang” yang anda tawarkan dalam rencana bisnis anda.
4.Consistent: Rencana Bisnis akan terdiri dari sejumlah elemen, dan penulisnya mungkin tidak hanya satu orang saja. Pastikan Rencana Bisnis anda merupakan satu kesatuan yang utuh. Storyline dan seluruh fakta yang ada harus sesuai/cocok satu dengan yang lain sehingga memberikan impresi yang baik.
Let’s move forward…Dalam mengembangkan Rencana Bisnis, yakinkan elemen-elemen berikut ter-cover di dalamnya:
1. Executive Summary. Gambarkan secara singkat isi dari seluruh Rencana Bisnis yang ada: deskripsi ide-ide bisnis, keputusan-keputusan penting, dan aspek-aspek yang penting (seperti aspek keuangan/ profit yang diperkirakan dapat diraih, financing yang dibutuhkan, dst.), yang disadur dari isi Rencana Bisnis. Executive Summary menentukan ketertarikan para pembacanya (contoh: investor) untuk mau membaca lebih dalam isi dari Rencana Bisnis anda.
2. Product/ Service. Jelaskan fungsi dari produk anda dan kegunaan (benefits) yang akan diperoleh konsumen. Jika produk anda akan dikembangkan lebih lanjut, sebaiknya anda menjelaskan bagaimana milestone-nya. Ketahui Customer Value produk anda, dan bagaimana anda akan mem-positioning-kan produk anda di benak konsumen.
3. Management Team. Tujuan dari pencantuman Management Team adalah untuk meyakinkan pembacanya bahwa Bisnis ini akan dikelola oleh orang-orang yang berpengalaman dan kompeten dalam bidangnya sehingga tingkat keberhasilan bisnis akan semakin besar. Oleh karena itu, pastikan orang-orang yang berada dalam tim memang berkualitas dan atau “layak dijual”.
4. Market and Competition. Jelaskan secara gamblang potensi penuh dari bisnis ini di pasar (read: Market Potential), baik ukurannya maupun perkembangannya ke depan, Segmen Pasar, Kompetisi yang ada, dan bagaimana anda memposisikan bisnis/perusahaan anda dalam Persaingan yang ada. Tentukan juga pasar yang hendak anda tuju.
5. Marketing and Sales. Setelah anda mengerti target pasar yang dituju, coba jelaskan bagaimana anda akan memasarkan dan menjual produk anda kepada pasar yang dituju. Anda bisa menjelaskan secara detail kegiatan pemasaran anda, yang meliputi: Product, Price, Promotion, dan Place (4P).
6. Business System/ Organization. Jelaskan secara detail elemen-elemen penting dalam mengoperasikan bisnis, meliputi: proses produksi, kapasitas produksi, prosedur, kebijakan, dll. Jelaskan bagaimana anda mengorganisir perusahaan dalam men-deliver customer value.
7. Implementation Plan. Rencana Implementasi menggambarkan road map perusahaan dalam menjalankan perusahaan ke depan untuk mencapai tujuan yang diinginkan, berisikan inisiatif-inisiatif penting serta detail aktifitas dari masing-masing inisiatif tersebut, lengkap dengan target waktu untuk menyelesaikan masing-masing inisiatif. Dari roadmap tersebut, anda dapat menghitung kira-kira kebutuhan investasi di setiap tahunnya, sehingga dana/ bujet dapat dipersiapkan dengan lebih baik.
8. Financing Plan. Gambarkan secara lebih detail pemasukan dan pengeluaran perusahaan yang ditimbulkan dari seluruh aktifitas yang telah disusun sebelumnya (termasuk kapan break even point usaha), usaha-usaha yang akan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dana/modal serta bagaimana mengelola cash flow bisnis.
9. Opportunities and Risks. Jelaskan bagaimana anda telah memitigasi risiko-risiko yang mungkin terjadi di masa yang akan datang (baik yang mungkin timbul dari internal maupun external), lengkap dengan contingency plan-nya. Analisa sensitivitas terhadap masing-masing kondisi (scenario) akan membantu anda untuk menjelaskan peluang dan risiko yang akan dihadapi.
10. Appendix. Lampiran berisikan data-data pelengkap yang mendukung seluruh section di atas. Pastikan analisa-analisa yang mendukung segala keputusan atau perhitungan dapat tersaji dengan jelas di lampiran.
Hal terakhir yang perlu diingat: “Jangan jadikan Rencana Bisnis anda menjadi Kitab Suci!” Up-date secara berkala Rencana Bisnis anda sesuai dengan situasi dan kondisi terkini perusahaan. Selamat mencoba…
Penulis adalah Konsultan Bisnis dan Manajemen. Berpengalaman dalam menyusun berbagai Rencana Bisnis, Corporate Planning, dan Road Map untuk berbagai macam perusahaan dari berbagai jenis industry, baik perusahaan swasta maupun SOE.